Wednesday, May 13, 2009

Yang lalu Biarlah Berlalu

*tulisan boleh nemu pas rapih2 file di kantor...
jadi sumbernya ndak tau dari mana.. tapi lumayan buat di baca2...


*************************************************************************************

Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mnegubur masa depan yang belum terjadi.

Bagi orang yang berfikir, berkas-berkas masa lalu akan di lipat dan tak pernah di lihat kembali. Cukup di tutup rapat-rapat, lalu di simpan dalam ‘ruang’ penglupaan, di ikat dengan tali yang kuat dalam ‘penjara’ pengacuhan selamanya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak kan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.

Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau di bawah payung gelap masa silam.

Selamatkan diri Anda dari bayangan masa lalu!



Apakah anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ketempatnya terbit, seorok bayi kedalam perut ibunya, air susu ke payudara sang ibu dan air mata kedalam kelopak mata?

Ingatlah, keterikatan Anda dengan masa lalu, keresahan Anda atas apa yang telah terjadi padanya keterbakaran emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa Anda pada pintunya, adalah kondisi yang sangat naïf, ironis, memprihatinkan dan sekaligus menakutkan.

Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam Al-Quran, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan, ‘itu adalah umat yang lalu.’

Begitulah, ketika suatu perkara habis, maka selesai pula urusannya, Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.

Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggergaji serbuk kayu.

Syahdan, nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya demikian:”Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya.” Dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keledai begini,

’Mengapa engkau tidak menarik gerobak?’

“Aku benci khayalan,” jawab keledai.

Adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa dean dan justru hanya disibukkan oleh masa lalu. Itu, sama halnya dengan kita mengabaikan istana-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk. Padahal, betapapun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah lalu, niscaya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab, yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya.

Orang yang berfikiran jernih tidak akan pernah melihat dan sedikitpun menoleh ke belakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan.

Maka itu,

janganlah pernah melawan sunah kehidupan.!

Saturday, April 11, 2009

we're back




Hai eperyone......

dah lammaa bangeth ndak up date blog ini.....

kabar terbaru dari kami... apa yaaa..

Lala sekarang dah TK A, masih di Rahmany... dah kami be 2 dah pindah lagi ke Permata Duta..

Bunda juga masih berjuang mberesin thesis... *yang emang blum mulai-mulai..

Lala dah masuk iqro 2.... dan tambah tinggi.. bisa di liat dari celana2nya yang mulai kliatan 'cungkring'...

Terakhir pekan lalu Bunda ambil raport bayangan lala di skola....




Sambil nunggu bunda 'ngobrol ma miss dessy, lala sibug sendiri..


Gedung 12 tingkat versi lala


Beres dari skola, lala ikut ke kantor bunda... bisa ketemuan deh sama kak indi dan bundanya...


Di kantor bunda... istirahat dulu... sebelum ngelanjutin perjalanan ke utan kayu


Sorenya lala mo maen dulu di depok.... yawdah.. acara sabtu lalu d tutup sama maen sepuasnya di ITC.. karna di sini khusus buat lala boleh maen sampe bosen, secara mba'2nya dah kenal lala... lumayan.. jadi hemat.. lala puas maen bunda puas cuci mata..*hahahahahahah

mandi bola

gaya-nya... sip deh..


trampolin..


take over the place...yang laen pada ketakutan ketiban lala..*hahahahahahah



di prosotan udara...


senyum khas lala

pas Magrib, kita baru pulang deh...

Thursday, October 9, 2008

Tragedi THR DEPOK

lebaran 2008

memori diatas balong