trus bunda ym-an ma
*****
shabrina_SP (3/29/2007 12:52:41 PM): di kalibata ada jam 19.30 malam ini
(3/29/2007 12:54:04 PM): hmm
(3/29/2007 12:54:08 PM): nomat ?
shabrina_SP (3/29/2007 12:54:13 PM): kaga'
shabrina_SP (3/29/2007 12:54:16 PM): nomat kan senin
shabrina_SP (3/29/2007 12:54:21 PM): tapi cuma 15 rb
(3/29/2007 12:55:18 PM): ok
(3/29/2007 12:55:25 PM): sampe jam berapa tuh ?
shabrina_SP (3/29/2007 12:56:05 PM): 19.30 mungkin sampe jam 21.30
(3/29/2007 1:02:30 PM): ya wes
shabrina_SP (3/29/2007 1:04:16 PM): aku sebel tuh kalo' kamu bilang 'ya wes'
(3/29/2007 1:05:09 PM): ceriwis...ya wes... yo wessssss
(3/29/2007 1:05:11 PM): :P
shabrina_SP (3/29/2007 1:05:25 PM): kesannya tuuh sok jawa
(3/29/2007 1:05:32 PM): hahaha
(3/29/2007 1:05:36 PM): emang orang jawa
****
Setelah muter-muter nyari 21-nya *secara Mall itu kan baru di bangun lagih, jadinya rada2 binun*
Karena dari awal dah niyat mo nonton Nagabonar jadi 2, yaa langsung aja pesen 2 tiket, dan... ternyata.... cuma 10 rb, ternyata di Kalibata 21 dari senin-jum'at harga tiket cuma 10 perak..*senangnya....
Dan emang kaga' nyesel deeh nonton pelem itu, bikin seger... lumayan efektif ngilangin bete seharian.
Trus yang bikin kita eh kami tambah cekikikan, jadi inget deh soalnya syuting kantornya Bonaga (anaknya Nagabonar -Tora sudiro-) itu di kantornya .
Malah yang ngetik surat perjanjian sama orang jepangnya itu *huehuehueheu
Syutingnya waktu itu hari sabtu, pas waktu bunda sama lala maen ke kantornya .
*info kaga' penting yak*
Ya udah deh... yang penting kan bunda sama agak berkurang bete-nya.....
Buat yang blom nonton.... nonton deeh.. kaga' bakal nyesel.... yaa itung-itung sambil liat kantornya *narsis mode on*
Dan, kaga' lupa juga bunda kasih niiy resensi film-nya... bole nyontek dari www.detik.com
&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&&
Resensi
Tanggal: 29/03/2007 15:13 WIB

Sekuel 'Nagabonar' ini memberi penontonnya berbagai pelajaran tentang cinta.
Saat menontonnya, jangan takut bosan apalagi merasa digurui. Pelajaran cinta 'Nagabonar Jadi 2', dijamin mengundang tawa.
Penonton sudah dipancing untuk tertawa sejak film dimulai. Gambar menunjukkan Nagabonar seperti sedang mengobrol dengan seseorang. Setelah dilihat lagi, ternyata mantan pencopet itu tengah berpamitan pada tiga kuburan yaitu makam Kirana (istrinya), Mak dan Si Bujang (sahabatnya). Nagabonar minta pada Bujang untuk menjaga Mak dan Kirana karena ia akan pergi ke Jakarta, rumah anaknya Bonaga yang sudah jadi pengusaha sukses.
Sebagai pengusaha, Bonaga punya tiga tangan kanan. Mereka adalah Pomo (Darius Sinathrya), Ronnie (Uli Herdinansyah) dan Jaki (Michael Muliadro).
Tiga kaki tangan Bonaga itu punya watak yang berbeda. Pomo misalnya, ia keturunan Jawa yang kerap plin-plan. Ronnie yang asal Menado, piawai cas cis cus dalam bahasa Inggris. Sedangkan Jaki, pria berwajah indo yang rajin beribadah.
Selain Pomo, Ronnie dan Jaki. Bonaga masih punya satu teman lain, si cantik Monita. Monita merupakan konsultan bisnis Bonaga yang diam-diam jatuh cinta pada cowok ganteng itu.
Kembali ke Nagabonar, sesampainya di Jakarta, ia melihat betapa Bonaga ternyata sudah sangat sukses. Selain menjadi bos, ia juga punya rumah yang dilengkapi fasilitas kolam renang. Tapi bagi Nagabonar, masih ada yang kurang dari kemewahan rumah Bonaga itu. "Mana lapangan bolanya," tanyanya.
Lapangan bola lagi-lagi dipertanyakan Nagabonar saat Pomo menunjukkan proyek pembangunan perumahan yang sedang dikerjakan perusahaan Bonaga. "Kau tidak ingin bangsa kita menang main sepakbola," ucapnya.
Perusahaan Bonaga tampaknya memang sedang naik daun, selain mengerjakan proyek pembangunan perumahan, mereka juga mendapat sebuah tawaran menarik dari investor asal Jepang. Bonaga diminta membangun sebuah resort.
Sayangnya, lokasi resort yang diingingkan investor asal Jepang itu adalah perkebunan kelapa sawit Nagabonar. Ketika diberitahu mengenai hal tersebut, Nagabonar meradang. Ia tidak terima di tanah tempat tiga orang yang disayanginya dikuburkan itu dibangun resort apalagi oleh pihak Jepang. Nagabonar masih dendam karena Jepang pernah menjajah Indonesia. "Apa kata dunia," begitu perkataan yang jadi ciri khasnya.
Disaat emosi itu, Nagabonar berkeliling Jakarta dengan bajaj yang disupiri Umar. Dari Umar yang anak seorang pejuang, Nagabonar melihat sisi lain dari kehidupan.
Kolaborasi Deddy Mizwar sebagai sutradara sekaligus pemain (layak menjadi pemenang piala Citra tahun ini) dan Musfar Yasin, penulis skenario menjadi ramuan ampuh yang akan membuat penonton betah duduk di bioskop hingga film berakhir. Untuk skenario, Musfar mampu bertutur dengan sederhana dan masuk logika. Lelucon-lelucon yang dibuatnya juga cerdas.
'Nagabonar Jadi 2' juga sarat pesan cinta. Menonton film ini kita diajak melihat kasih sayang antara orang tua-anak, antarteman dan dengan pasangan. Film yang produksinya menghabiskan Rp 7 miliar itu juga sarat dengan sentilan-sentilan pada pemerintah dan perilaku manusia pada umumnya.







