Pas lagi cek imel siang tadi, baca satu postingan di milis Bayi-Kita, berikut petik-kannya *jambuuu... kaleeee...
***********************************
Hari Minggu kemarin, lagu yang ditunggu Karina muncul di tangga pertama: "Sebelum Cahaya", oleh Letto.
Lagu Letto agak beda dengan yang lain, kata Junior.
Isu-isu dalam lagunya lebih beragam dan liriknya lebih puitis.
Bundanya menanggapi,
Bundanya : "Letto itu anaknya Cak Nun."
Junior :"Siapa itu Cak Nun, Bun?"
Bundanya : "Cak Nun, budayawan itu loh!"
Junior : " ..?"
Bundanya : " Emha Ainun Najib!"
Junior : "............" *masih buta juga...:(
Bundanya : " Eehhh, kamu mesti memperluas wawasanmu! Read wider!"
Junior : " Aku suka lagu ini, but I don't get what it is about" *junior menambahi.
Bundanya : "Kalau kamu diem dulu dan biarkan bunda dengar, mungkin bunda bisa nolongin kamu.
Junior : "OK, OK, OK..."
ku teringat hati
yang bertabur mimpi
kemana kau pergi cinta
perjalanan sunyi
engkau tempuh sendiri
kuatkanlah hati cinta
ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta
kekuatan hati yang berpegang janji
genggamlah tanganku cinta
ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
temani hatimu cinta
ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta
ku teringat hati
yang bertabur mimpi
kemana kau pergi cinta
perjalanan sunyi
engkau tempuh sendiri
kuatkanlah hati cinta
ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta
Bundanya : "Hmmm....., hmmmm, ....hmm..... . "
Junior : " So what is it about?"
Bundanya : " Kamu pernah membaca buku "Kuantar ke Gerbang?"
Junior : " Belum"
Bundanya :" Itu biografi Inggit Ganarsih. Tahu Inggit Ganarsih?"
Junior " Nggak."
bundanya : " Lho, kamu gak baca biografinya Sukarno?"
Junior : " Pernah, tapi belum selesai terus bukunya menghilang"
Bundanya: **(aaahhhh typical rimba belantara rumahku).
*Terus bundanya ngomel dulu bahwa sebagai penggemar sejarah dia tidak tahu biografi Bapak Bangsanya. Sungguh memalukan. Usai mempermalu-malukan junior sejenak, bundanya melanjutkan.
Bundanya : " Inggit Ganarsih itu istri Bung Karno sebelum Fatmawati. Inggit mengantarnya sampai ke gerbang kemerdekaan. Dia tidak berjalan bersamanya melintasi gerbang dalam era kemerdekaan. Someone else took over. Dia tinggal di belakang, di balik gerbang. I always feel a sadness in the title" * bundanya menambahi.
Junnior masih menunggu. Lha apa hubungannya Inggit Ganarsih dengan Letto, coba? Anak yang ini memang agak lain dari kakaknya. Kalau kakaknya lebih suka jawaban yang langsung to the point, gak muter-muter begini. Saya kemudian melanjutkan.
Letto is Cak Nun's son from his first wife.
Bunda duga lagu ini tentang ibunya, Embun Pagi yang menemani sebelum cahaya, before Cak Nun was famous, before he was really somebody, before the limelight.
Cak Nun dianggap cahaya oleh banyak orang, cahaya cinta; so, that "Cinta", to whom he talks to in the song, represents his dad. His current wife, the one with him in the limelight, is Novia Kolopaking.
Sekarang kamu melihat hubungan antara Kuantar ke Gerbang dan Sebelum Cahaya?
Yes, I think I see it, junior menanggapi. Sekarang aku ingin baca Kuantar ke Gerbang dong.
Cari
Wallahualam. Namun, lagu Letto mengingatkan pada gugatan seorang teman tentang effek poligami pada anak-anak. Sebenarnya kalau ditarik garis besarnya, kita tidak bicara tentang poligami saja, melainkan juga perceraian. Atau luasnya, tentang kasus dimana salah satu pasangan mengalami kepedihan karena cinta pasangannya yang teralih.
Kita bicara tentang effek pengetahuan anak, sadar ataupun tidak, bahwa ternyata tidak cukup mencintai ibu, atau ibu tidak cukup mencintai , sehingga berpaling pada perempuan/lelaki lain (lha, perempuan dan laki-laki sama2 bisa tertarik pada orang lain yang bukan pasangannya) .
Logikanya, jika seseorang mencintai pasangannya sedemikian rupa, dia tidak akan mampu melirik yang lain; bahkan cuma membayangkan hal itu saja sudah mengerikan untuknya. Apa efeknya bagi seorang anak mengetahui ibunya/nya does not adore /ibunya that much? Bahwa /ibu tidak menempatkan ibu/ sebagai soulmate, the only person he wish to spend his/her life with, the only one he wants to share a house, orang satu-satunya berbagi perasaan syahdu cinta.
Mereka kemungkinan besar menangkap kesedihan orangtuanya akibat hancurnya sebuah mimpi. Anak-anak tidak jarang punya kemampuan menangkap nuansa perasaan orangtuanya dengan luar biasa.
Bagaimana itu mempengaruhi mereka?
Apakah itu menghancurkan mimpi mereka juga?
Setiap orang ingin tinggal dalam kondisi yang ideal.
Apa yang dirasa Letto sebagai seorang anak atas kenyataan bahwa ibunya adalah embun pagi yang mungkin tidak diingat lagi?
Bahwa ibunya bukanlah belahan jiwa nya?
Itu cuma sekedar interpretasi saya tentang lagu Sebelum Cahaya. Benar atau tidaknya penyanyi dan pengarang lagu yang lebih tahu. Namun, pertanyaan itu tetap relevan.
Anak-anak Rasulullah tidak pernah merasakan kekecewaan, kesedihan atau kehancuran hati ibunya yang diakibatkan mereka melihat pada wanita lain atau memiliki wanita lain.
Mereka, Subhanallah, adalah produk dari perkawinan ideal dimana kedua orangtua adalah dan ibu yang mematrikan hatinya hanya pada satu sama lain. Mereka saksi dari cinta eksklusif, dimana saat orang tua mereka bersatu, orang ke tiga tidak punya tempat, each heart belongs to one another.
Rasulullah hidup di jaman poligami adalah umum, merupakan norma, tapi beliau menentang arus dengan tetap hidup bersama ibu dari anak-anaknya saja. Bisakah kita memberikan hal yang sama untuk anak-anak kita sebagaimana yang diberikan Rasulullah pada anak-anak beliau?
Tidak ada kebetulan dalam pelajaran Rasulullah.
Don't fix, when it's not broken. But then, maybe there are just too many broken marriages these days, that someone needs to be added, to be replaced or to be discarded. Or we simply forgot to pledge our love, our heart, our commitment, only to the mother or the father of our children.
Let's give our children a house like the house Rasulullah gave to his children.
salam,
ida
************************
TOWEW.....!!!
duuh baca postingan rasanya geeemmmaaanaa geettooo....
kalo' bunda emang beberapa hari belakang ini jadi sering banget denger lagunya letto *kaga' pake 'y'
jadi pengen tau lirik keseluruhannya, dan eh tau2 dapet imel yang dari ummu.. sapa yaa.. *lupa lagi, jadi berasa syahdu *halah
Tapi emang iya yaa..bunda tuh ngerasain kalo' lagi ada masalah sama dan udah nyerempet2... yang di inget cuma lala aja, malah sebisa mungkin lala tuh ndak tau kalo' kalo' lagi ada "perang dunia" di rumah. Bagus kalo' kondisi yang 'kurang menyenangkan' di rumah bisa jadi karya yang menghasilkan duit *matremodeon* kaya' lagu2 cipta-an letto -itu pun kalo' interpretasi bundanya Karina bener- tapi kalo' pelariannya malah ke hal-hal yang hanya kesannya positif, padahal negatif gimana..? *bingung yak?
Misalnya ginih... gimana kalo' pelarian masalah itu jadi anak kita terlibat... yaa kalo' narkoba siiy biasa banget... yang lagi nge-trend sekarang doonk... aliran2 gajebow itu... kan syereeem.... karena yang bunda denger dari acaranya dorce show *HAH...Kaga' salah..? yaa kan masuknya agak siang, jadi sempet ngintip acara talk show itu* yang banyak jadi korban aliran2 gajebow itu orang2 yang belum dewasa.
Semoga aja deh kita bisa jadi ortu yang baek.*lho koq ending yang aneh? gpp kan berdo'a yang baik2? hehehehe abis bingung gimana mengakhiri postingan yang aneh ini....
tapi ya sudah lah... bunda masih mau hunting mp3nya sebelum cahaya, dari tadi gagal maning-gagal maning terus...


2 comments:
pagi bunda..
jadi terenyuh mengikuti penafsiran bunda tentang embun sebelum cahaya.
Nanda tak paham betul tentang lirik lagu itu, tetapi sedikit bisa memahami siapa cak nun yang mungkin darinya lagu itu dirilis. Cak nun dikenal dengan akidah cahaya di atas cahaya, dan dia konsisten dalam pemikirannya tentang cahaya di atas cahaya itu, bahkan dia ingin menginspirasi orang melalui 'akidah'nya itu.
Bunda. sejauh pengamatan nanda, embun sebelum chy itu adalah hakikat kehidupan ini. dari hakikat embun itulah terpancar cahaya kehidupan, dengan embun itu Tuhan mengadakan kehidupan nyata maupun maya. Tuhan dikatakan sebagai cahaya, ruh pun dikatakan sebagai cahaya. sedangkan ruh adalah bagian dari Tuhan.
he he he embuhlah bunda... tolong diluruskan pemahaman nanda. nuhun.
Bunda...
mungkin 'embun sebelum cahaya' itu bahasa lain dari teori big beng, ledakan besar dalam sistem makro. atau Nur Muhammad dalam pemahaman mikro
Post a Comment